Miskinnya Indonesiaku

INDONESIA, Dulu…. Negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Negara dengan penghasil beraneka macam rempah. Negara dengan potensi alam yang begitu sempurna. Negara yang dengan gagahnya menjadi pemasok beras no. 1 di dunia. Negara yang dengan bijaksananya ikhlas menyumbang sebagian kekayaannya kepada negara yang membutuhkannya. Negara yang karena kandungan sumber daya alamnya mampu menyihir bangsa lain untuk ikut memiliknya. Dimulai dari negara Portugis, Belanda, Jepang hingga Inggris pun ingin menguasainya. Subhanallah sekali kekayaan Indonesia ini!
Bagaimana denan sekarang? Indonesia memang tetap tegak berdiri kokoh, walau sendi-sendi tulangnya sudah keropos sangat parah. Kekeroposan ini terjadi di semua bagian. Mulai dari kekeroposan di bidang pertanian, perekonomian, kesehatan, pendidikan bahkan dalam bidang hukum. Dalam aspek ini kekeroposan yang baru-baru ini menggegerkan masyarakat, khususnya masyarakat desa dengan mata pencaharian sebagai petani adalah dalam sektor pertanian. Memang tidak ada yang salah dengan sumber daya alamnya yang sampai sekarang masih terjaga bagus walaupun sudah terjadi kemerosotan kualitas yang sangat besar dibandingkan dengan 50 tahun silam. Kalau begitu apa yang menyebabkan Indonesia sekarang ini berada dalam titik lemah yang paling buruk dan memalukan sekalipun? Apa yang menyebabkan Indonesia sekarang ini tidak mampu menjadi pemasok beras no. 1 di dunia atau menjadi swasembada? Apa yang menyebabkan Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah ruah mengalami kekeroposan bidang pertanian yang begitu parah? Jawabannya cuma 1. Manusia di Indonesia itu sendiri.
Kondisi pertnaian di Indonesia memang dalam keadaan yang mengcewakan. Sampai saat ini kita masih saja mengimpor beras dari negara lain, Thailand dan Vietnam. Seharusnya kita malu dengan kondisi ita ssat ini. Bagaimana tidak, Negara kita Indonesia mempunyai luas wilayah yang lebih besar dari pada Thailand dan Vietnam. Dilihat dari banyaknya gunu nerapi yang masih aktif, Indonesia mempunyai nilai lebih dari kesubuuran tanahnya. Tapi sangat disanyangkan potensi sumber daya alam yang melimpah ruah tidak mampu diolah dengan baik oleh sumber daya manusia kita. Entah karena terlena atau apa, manusia-manusia Indonesia sampai saat ini masih belum sanggup merubah kenyataan ini.
Hal lain yang patut diperhatikan adalah semakin bobroknya pabrik-pabrik yang berdiri kokoh di atas bumi Indonesia. Sejak zaman kepemimpinan Presiden Soekarno, pertanian di Indonesia mampu menjadi sektor penghasil devisa negara. Beda kepemimpinan beda lagi sistemnya. Sejak tambuk kepemimpinan dibegang oleh Soeharto, paradigma tentang pertanian terjadi sedikit perubahan. Mungkin karena sempat terpecik silauan kesuksesan negara-negara barat yang sukses manjadi negara maju di bidang industri, Soeharto pun dalam pemerintahannya saat itu lebih mengutamakan sektor industri. Ide dan pemikiran Soeharto yang tinggi tidak dapat dijangkau dengan kemampuan sumber daya manusianya yang sudah tergantung pada sektor pertanian. Walau begitu, menjamurnya pabrik-pabrik di Indonesia bisa menjadi indikasi tentang turunnya kuakitas peranian di Indonesia.
Mungkin saya terlalu munafik jika saya hanya menyalahkan pemerintahan yang ada di Indonesia. Juga terlalu munafik jika hanya menyalahkan musim yang ada, hama-hama yang menyerang tanaman-tanaman pertanian hingga tidak bisa untuk dipanen. Sudah seharusnya kita sadar dan bertindak lebih untuk merubah keadaan pertanian. Tidak perlu muluk-muluk untuk melakukannya, cukup dengan melakukan kegiatan kecil dan rutin untuk melakukannya. Seperti menjaga lingkungan. Memberi pupuk pada tanaman. Bagi anda yang mempunyai cara lain untuk merubah keadaan pertanian kita dapat melakukannya. Bisa dengan belajar dan mengaplikansikannya ke dunia nyata bagaimana memnciptakan inovasi-inovasi produktif yang tepat huna bagi msyarakat Indonesia dan dunia. Save the Agriculuture, Save Indonesia, Save the World!

Opini dari:
Meylinda Nur Puspita
FMIPA-Ilmu Komputer
G64110105
A3-295

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!